Rabu, 27 September 2017

Resep lemper kepel



LEMPER ISI AYAM




Ini adalah salah satu makanan tradisional yang sangat sering dijumpai dalam sajian berbagai acara, apapun bentuk acaranya, baik acara yang sifatnya formal ataupun santai.

Lemper adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang dimasak dengan campuran santan kelapa, sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas. Biasanya didalamnya diberi isian berupa suwiran ayam yang ditumis. Isian kadang divariasikan dengan abon atau daging sapi yang dicincang halus yang dimasak dengan bumbu. Umumnya lemper dibungkus dengan daun pisang. 
 
Sekarang daun pisang agak susah diperoleh, sehingga kadang bungkus lemper divariasikan dengan kombinasi plastik. Lemper yang dibungkus plastik kombinasi daun pisang adalah lemper yang tidak memerlukan proses masak selanjutnya setelah lemper dibungkus, misalnya dikukus lagi untuk lemper kukus, atau dibakar lagi untuk lemper bakar. Disebut sebagai LEMPER KEPEL, mungkin maksudnya kepal...

Saya sendiri, sekarang lebih sering membuat lemper kepel. Jujur kerana kadang saya berat alias malas untuk membersihkan daun pisang,  jadilah saya memilih membungkus lemper dengan kombinasi daun pisang dengan plastik. Bahan-bahan dan cara membuatnya sama saja dengan lemper bakar atau lemper kukus, hanya kalaw lemper kepel setelah dibungkus tidak dimasak lagi, langsung bisa disajikan.

Lemper kepel yang saya buat rasanya agak manis-manis gurih. Karena memang saya menambahkan gula pasir agar memberi rasa manis, kalaw gurihnya tentu karena pemakaian santan kelapa, juga pemberian garam yang seimbang. Bila tidak menyukai rasa lemper yang ada rasa manis, pemberian gula boleh dikurangi atau dihilangkan.





Berikut resep membuat lemper kepel isi ayam.

Bahan-bahan :
1 Liter beras ketan
1/2 butir kelapa tua, ambil santannya 2 gelas atau 700 ml
1/2 fillet dada ayam
5 sdm gula pasir
3/4 sdm garam
Daun pisang dan plastik bening untuk membungkus

Cara membuatnya:

1. Parut kelapa, ambil santannya sebanyak dua gelas. Tambahkan gula pasir dan garam, aduk rata lalu sisihkan.

2. Cuci bersih beras ketan, rendam dengan air selama 2 jam. Setelah tiris, kukus ketan selama 1 jam dengan api besar. Agar ketan matang merata, aduk ketan tiap 30 menit. 

3. Setelah ketan dikukus selama kurang lebih 1 jam, angkat. Dengan menggunakan sendok kayu,  masukkan ketan yang masih dalam keadaan panas ke dalam santan, aduk rata sampai semua ketan basah tercampur dengan santan. Tutup, lalu diamkan selama 2 jam, sampai ketan agak dingin.

4. Kukus kembali ketan yang sudah direndam dengan santan, selama kurang lebih 1 jam, setelah diangkat dan dikeluarkan dari kukusan, angin-anginkan agar ketan menjadi dingin. 

5. Timbang seberat 50 gram atau sesuai selera, isikan dengan tumisan ayam. Bungkus dengan daun pisang atau dengan kombinasi daun pisang dan plastik.

6. Lemper ketan isi ayam siap disajikan.






Selamat  Mencoba….



Rabu, 20 September 2017

SEKILAS TENTANG WAJAN KWALIK




SEKILAS TENTANG WAJAN KWALIK




Teman teman, tulisan ini menceritakan tentang pengalaman saya dengan si wajan kwalik ..... (seolah olah... pengalaman dengan sebuah pribadi, nyatanya mah pengalaman dengan sebuah wajan, hihihi…..)
Oke, dimulai dengan latar belakang  mengapa bisa sampai ada pengalaman dengan si wajan kwalik....

Biasanya kami kalaw mau membuat kulit dadar gulung ataw kulit risol, menggunakan wajan teflon yang biasa dipakai untuk mendadar....
Tapi belakangan ketika  buka situs resep makanan, ada beberapa blogger yang menggunakan wajan kwalik untuk membuat kulit risol maupun kulit dadar gulung.....
Konon kabarnya dengan  wajan kwalik, membuat kulit risol atawa membuat kulit dadar gulung jadi lebih mudah dan cepat selesai.....


Masa siih...., penasaran juga jadinya ingin memiliki si wajan kwalik. Siapa sih yang tidak tergoda jika ada perkakas yang bisa membuat pekerjaan membuat dadar gulung maupun membuat kulit risol menjadi lebih mudah dan cepat, tentu kepengen sekali untuk ikut memiliki.


Maka mulailah saya itung mengitung untung rugi kalaw seandainya memiliki si wajan kwalik, mulai dari efisiensi kerja jika menggunakan wajan kwalik sampai itung itung budget untuk membeli wajan kwalik....., karena kan di dapur baru juga hadir wajan teflon dadar yang kedua, yang diameter 22 cm, dan sebelumnya  sudah ada wajan teflon dadar diameter 24 cm.

Melalui proses itung mengitung, timbang menimbang, akhirnya diputuskan untuk membeli si wajan kwalik, dan,,,,,,,,,,, ting tong............
Si wajan kwalik sekarang hadir di ruang dapur, Alhamdulillah....., akhirnya........... dengan pertimbangan dan perhitungan panjang, si wajan kwalik kini jadi milik ....


Setelah mempersiapkan bahan juga tentu mempersiapkan waktu, saya mencoba praktek membuat kulit risol dengan menggunakan wajan kwalik. Untuk percobaan ini, telur sengaja saya mixer kurang lebih 5 menit, agar mengembang. Setelah menjadi adonan, diamkan sampai busa menghilang.

Saya ikuti langkah-langkah cara menggunakan wajan kwalik sebagaimana yang pernah saya baca di blog, dan yang pernah saya lihat di youtube, berikut cara yang sudah saya praktekkan..... :

1.    Tuang adonan kulit risol ke dalam wadah adonan yang merupakan satu set dengan wajan kwalik.
2.    Panaskan wajan kwalik di atas api kecil.
3.    Lalu celupkan sebentar wajan kwalik ke dalam adonan kulit riso yang sudah diletakkan dalam wadah adonan, panggang di atas api kecil.
4.    Kelupas pinggiran-pinggiran kulit risol setelah kulit mengering.
5.    Setelah bagian tengah matang sempurna, angkat kulit dengan cara membalikkan wajan, maka dengan sendirinya kulit risol akan turun.

Hnah, dari pengalaman memakai peranti baru si wajan kwalik, saya menyimpulkan berikut........:

1.    Gunakan api kecil agar kulit risol tidak terlalu berlubang.
2.    Lama pencelupan akan mempengaruhi tipis tebalnya kulit risol yang dihasilkan.
3.    Agar memudahkan kulit risol terlepas dari wajan, maka kelupas terlebih dahulu pinggiran kulit risol yang sudah terlebih dahulu mengering, dengan menggunakan spatula.
4.    Kulit risol yang dihasilkan oleh wajan kwalik lebih rata dan lentur.
Sifat lentur ini mungkin karena telur yang terlebih dulu dimixer, ataw juga mungkin karena proses masak dengan wajan kwalik yang memang terbuka (tidak menggunakan penutup wajan). Sehingga hasilnya kulit risol jadi tidak lembut sebagaimana kulit risol yang diproses dengan wajan teflon biasa,  melainkan risol terasa agak agak sedikit liat.


Kalaw saya pribadi lebih menyukai tekstur risol yang proses dengan menggunakan  wajan teflon biasa, juga untuk pengerjaan saya lebih memilih proses membuat risol dengan wajan teflon biasa juga, karena kalaw dengan wajan kwalik kita mesti mengelupas dahulu pinggiran kulit risol or dadar baru kemudian mengangkatnya, kalaw yang teflon cukup dengan membalikkan wajan teflonnya maka kulit risol / dadar akan turun bebas or lepas dengan sendirinya.

Kalaw teman teman  sendiri ingin membuat kulit risol, silahkan memilih ingin menggunakan yang mana. Boleh pilih wajan kwalik atawa wajan teflon biasa.....
Begitu yha teman teman, tulisan sekilas tentang wajan kwalik...

Semoga bermanfaat.

Jumat, 08 September 2017

MEMBUAT BAKSO SAPI DAGING QURBAN



Bakso sapi hewan qurban



Alhamdulillah.. Hari raya Idul Qurban kali ini, dapat bagian daging sapi banyak dari mushalah. Teringat anak-anak sangat suka makan bakso, saya berniat mau bikin bakso dengan daging sapi yang diperoleh dari pembagian daging qurban.

Berhubung bahan-bahannya belum lengkap, maka setelah daging saya bersihkan dari urat dan lemaknya (tentu ga bisa bersih banget lha yaa..), saya cuci bersih, lalu saya kemas rapat dan masukkan dalam freezer. Besoknya kalau bahan-bahannya sudah lengkap saya bikin bakso. 

Tiga hari setelah Idul Adha, pasar di dekat tempat tinggal saya mulai aktif (buka) kembali setelah libur Idul Adha. Saya langsung mencari, membeli, melengkapi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bakso. 

Ada hal dramatis ketika praktek membuat bakso, setelah semua bahannya siapsedia untuk dipakai, tanpa pemberitahuan dulu si food procesor yang biasa dipakai untuk menggiling/mengaduk daging untuk pembuatan bakso, mendadak tidak berfungsi alias ga mau berputar. Waduh.., bingung sebentar, kemudian muncul ide coba pakai blender mungkin bisa.

Akhirnya bismillaah..., setelah daging terlebih dahulu dicincang / dihaluskan dengan mesin grinder, lalu daging saya masukkan ke dalam  blender. Tapi mesin blender saya kekuatannya bukan yang high, jadi saya hati-hati ketika blender dipakai untuk menggiling daging. Maka sebelum dagingnya benar-benar halus, saya menghentikan proses menggiling, takut mesinnya gosong..

Alhasil bakso yang dihasilkan teksturnya kurang lembut, tapi rasanya tetap enak, begitu kata anak-anak yang komentar setelah makan bakso buatan umminya.





Berikut bahan-bahan dan langkah-langkah dalam membuat bakso daging sapi :

Bahan-bahan :

400 gram daging sapi yang telah digiling/dicincang dengan mesin grinder
3 siung bawang puting, cincang halus
1/2 sdt baking powder
1 sdt garam
1 sdt gula
100 gram tepung sagu
1/4 gelas air es (70 ml)
2 blok / kubus es batu


Cara membuatnya :

1. Bersihkan daging dari lemak dan uratnya, cuci bersih. Cincang dengan menggunakan mesin grinder.

2. Masukkan daging yang sudah dicincang ke dalam food procesor atau blender, lalu aduk / giling sebentar (5 menit) dengan food procesor atau blender.

3. Matikan mesin food procesor / blender, masukkan baking powder, aduk / giling sebentar.

4. Matikan mesin food procesor / blender, masukkan bawang putih, garam, gula dan tepung sagu, aduk / giling sebentar.

5. Matikan mesin food procesor / blender, masukkan blok es batu, aduk / giling sampai es batu tercampur rata dengan daging.

6. Matikan mesin food procesor / blender, masukkan air es, aduk / giling sampai adonan bakso menjadi lembut dan siap di bentuk,  tanda adonan bakso yang siap dibulatkan, adalah adonan menjadi berwarna pink (merah muda). Matikan mesin food procesor.
 Pindahkan adonan bakso dalam sebuah wadah, agar memudahkan dalam pengerjaan membulatkan bakso.

7. Masak air dalam panci dengan menggunakan api sedang, ambil segenggam adonan, bulatkan adonan bakso dengan menggunakan bantuan jari-jari tangan, yaitu ; dengan menekan kuat (menggenggam lebih erat) adonan yang berada dalam genggaman tangan, sehingga adonan akan terdorong nenyembul keluar melalui lingkaran antara jari telunjuk dan ibu jari, adonan yang keluar akan membentuk bulatan, proses membulatkan adonan boleh diulang 2-3 kali agar bakso yang dihasilkan menjadi lebih mulus. Besar kecil bulatan bakso juga disesuikan dengan selera masing-masing. Masukkan bulatan bakso ke dalam air yang sudah mulai menghangat, lakukan sampai adonan bakso habis, lalu masak sampai bakso naik ke permukaan, biarkan beberapa lama sampai bakso benar-benar matang.

8. Bakso sapi daging qurban siap di pakai untuk tambahan menu masakan, atau jika ingin di simpan dalan kulkas, kemas rapat bakso lalu masukkan dalan freezer.







SELAMAT  MENCOBA..